Bayangkan calon pembeli sepatu tidak lagi mengetik “sepatu basket Jordan terbaik” di kolom pencarian Google, melainkan bertanya langsung ke ChatGPT atau asisten AI di ponselnya: “rekomendasikan sepatu basket terbaik untuk lapangan outdoor di bawah 150 dolar.” Jika merek atau toko tidak muncul dalam jawaban itu, secara praktis ia tidak ada dalam radar pembeli tersebut. Skenario inilah yang mendorong JD Sports mengambil langkah serius di Kanada: menggandeng agensi digital Verde Digital untuk memastikan produk-produknya tetap terlihat, bukan hanya di mesin pencari konvensional, tetapi juga di berbagai mesin jawaban berbasis kecerdasan buatan.

Ekspansi JD Sports di Kanada yang Butuh Dorongan Baru

JD Sports masuk ke pasar Kanada pada 2021 dengan membuka flagship store di Toronto, dan sejak itu jaringannya tumbuh menjadi lebih dari 30 gerai di seluruh negeri. Pertumbuhan fisik yang cepat ini membawa tantangan tersendiri: persaingan memperebutkan perhatian pencarian online untuk kategori sepatu olahraga di Kanada sudah sangat padat, diisi oleh peritel-peritel mapan yang sudah lama membangun otoritas digital mereka.

Dari Toko Fisik ke Pertarungan di Ranah Digital

Di sinilah kemitraan dengan Verde Digital masuk. Joe Hale, pendiri Verde Digital, menyebut kompetisi memperebutkan permintaan pencarian untuk kategori sepatu di Kanada sangat ketat, dan tujuan kerja sama ini adalah menempatkan JD Sports sejajar dengan merek-merek yang sudah lebih dulu mapan di pasar tersebut. Dari sisi JD Sports, Ryan Clarke selaku Senior Growth Manager menyampaikan bahwa pihaknya ingin mempercepat posisi pencarian berbasis AI melalui pendekatan GEO dan AEO khusus untuk operasi di Kanada.

SEO Saja Tidak Lagi Cukup di Era Pencarian Berbasis AI

Selama bertahun-tahun, strategi digital peritel berpusat pada search engine optimization (SEO) klasik: memastikan halaman produk muncul di posisi atas hasil pencarian Google berbasis kata kunci. Namun pola perilaku konsumen mulai bergeser. Semakin banyak orang memulai pencarian produk lewat percakapan dengan chatbot AI atau lewat ringkasan jawaban otomatis seperti Google AI Overviews, bukan lagi dengan mengetik rangkaian kata kunci di kolom pencarian tradisional.

Mengenal GEO dan AEO, Dua Istilah Baru yang Mulai Jadi Kebutuhan

Kemitraan JD Sports dengan Verde Digital secara eksplisit menyasar tiga lapisan sekaligus: SEO tradisional, generative engine optimization (GEO), dan answer engine optimization (AEO). GEO berfokus pada bagaimana konten dan data produk sebuah merek “dipahami” serta direkomendasikan oleh model AI generatif ketika pengguna mengajukan pertanyaan terbuka. AEO, di sisi lain, lebih menyasar bagaimana sebuah produk atau merek tampil dalam jawaban langsung yang diberikan mesin jawaban kepada penggunanya, alih-alih sekadar muncul sebagai salah satu dari banyak tautan.

Fokus Awal pada Sepatu Nike, Jordan, dan Adidas

Secara taktis, Verde Digital akan lebih dulu memusatkan upayanya pada kategori sepatu dengan permintaan tinggi seperti Nike, Jordan, dan Adidas, sebelum nantinya diperluas ke kategori apparel. Pendekatan bertahap ini masuk akal: kategori sepatu olahraga biasanya menjadi pintu masuk utama bagi konsumen yang mencari rekomendasi lewat asisten AI, sehingga memenangkan visibilitas di kategori ini berpotensi memberi dampak paling besar dalam waktu lebih singkat.

Pergeseran Besar dalam Cara Konsumen Menemukan Produk

Fenomena yang dihadapi JD Sports ini bukan kasus terisolasi. Di berbagai belahan dunia, lanskap discovery ritel memang sedang berubah bentuk secara mendasar. Perjalanan belanja yang dulunya dimulai dari mengetik kata kunci, kini kian sering dimulai dari sebuah percakapan dengan asisten AI yang memberikan rekomendasi personal berdasarkan konteks pertanyaan pengguna. Bagi media yang konsisten memantau perkembangan ini, termasuk Airetail.id yang berfokus mengulas inovasi AI di industri ritel, tren pergeseran discovery dari kata kunci ke percakapan AI ini menjadi salah satu sinyal paling signifikan yang perlu diperhatikan peritel sepanjang tahun ini.

Konsekuensinya, strategi konten dan struktur data produk sebuah toko tidak lagi cukup dioptimalkan hanya untuk “dibaca” mesin pencari lama. Data produk kini juga harus disusun agar mudah “dicerna” dan dipercaya oleh model AI pihak ketiga yang menjadi perantara baru antara merek dan konsumennya.

Kategori Investasi Baru yang Belum Banyak Dibahas

Dibandingkan topik-topik seperti optimasi inventory berbasis AI atau kiosk pintar di dalam toko yang sudah cukup banyak dibahas, investasi untuk visibilitas di mesin pencari AI semacam ini masih relatif baru dalam diskursus ritel. Padahal, dampaknya bisa langsung memengaruhi apakah sebuah merek masuk dalam daftar pertimbangan konsumen atau justru tidak pernah terlihat sama sekali, jauh sebelum pelanggan sampai ke tahap checkout.

Apa Artinya bagi Peritel Lain

Langkah JD Sports di Kanada ini bisa dibaca sebagai sinyal awal bagi peritel lain, khususnya yang bergerak di kategori fashion dan sepatu olahraga dengan persaingan ketat. Ketika makin banyak konsumen mengandalkan chatbot dan mesin jawaban AI untuk riset produk sebelum membeli, peritel yang tidak menata ulang strategi kontennya berisiko kehilangan visibilitas di lapisan discovery yang sepenuhnya baru ini.

Data Produk Sebagai Aset Strategis, Bukan Sekadar Katalog

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah bahwa katalog produk, deskripsi, dan metadata bukan lagi sekadar pelengkap operasional, melainkan aset strategis yang menentukan apakah sebuah merek “ditemukan” oleh AI generatif atau justru tenggelam. Peritel yang bergerak lebih dulu untuk merapikan dan mengoptimalkan data ini berpotensi mendapatkan keunggulan discovery yang sulit dikejar kompetitor yang masih berpegang pada pendekatan SEO konvensional semata.

Kemitraan JD Sports dengan Verde Digital di Kanada, meski masih dalam tahap awal, menunjukkan bahwa percakapan di industri ritel sudah bergeser dari sekadar “bagaimana AI membantu konsumen berbelanja” menjadi “bagaimana memastikan AI merekomendasikan produk kita” ketika konsumen mulai mempercayakan sebagian proses pencarian mereka kepada mesin.

Leave a Comment